Rektor IPB Gandeng Mentan Amran Dorong Generasi Muda Berani Terjun ke Agribisnis
BOGOR – Kuliah di kampus ternyata gak melulu soal teori. Buat Rektor IPB University Dr Alim Setiawan, mahasiswa harus punya mental buat bikin gebrakan dan berani membangun bisnis sendiri, terutama di sektor pertanian yang punya peluang besar di masa depan.
Hal itu disampaikan saat Kuliah Umum bersama Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman di Auditorium Andi Hakim Nasoetion, Kampus IPB Dramaga, Kamis (11/6).
Menurut Alim, Indonesia butuh lebih banyak anak muda yang gak cuma jago di kelas, tapi juga bisa jadi entrepreneur agribisnis yang kreatif, inovatif, dan berani ambil risiko.
"Yang dibutuhkan bukan sekadar petani yang bekerja keras, tetapi entrepreneur agribisnis yang mampu menciptakan nilai dan membawa perubahan," ujarnya.
Makanya, IPB terus mendorong mahasiswanya lewat berbagai program seperti CEO School, Startup School, sampai bootcamp supaya semangat bisnis itu gak berhenti setelah lulus kuliah.
Di acara yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman juga berbagi cerita soal perjalanan hidupnya sebelum jadi pejabat. Ternyata, jalan menuju sukses yang ia jalani penuh dengan kegagalan.
Mulai dari eksperimen yang berujung rumah terbakar sampai bisnis yang sempat mandek karena masalah teknis pernah ia alami. Tapi menurut Amran, justru dari situ mental seorang pengusaha ditempa.
"Belajar gagal adalah proses yang harus dilalui. Dari kegagalan itulah mentalitas seorang pengusaha terbentuk," kata Amran.
Ia pun mengajak mahasiswa untuk gak takut mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Selama masih muda, kesempatan buat belajar dan bangkit masih sangat terbuka.
Sebelum kuliah umum dimulai, Amran bersama Rektor IPB juga sempat berkeliling melihat berbagai fasilitas riset kampus, mulai dari Teaching Feed Industry, Poultry Breeding Center, hingga Laboratorium Riset Unggulan IPB. Kunjungan ini jadi bukti kalau kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan industri terus diperkuat demi memajukan pertanian Indonesia.
Yang bikin makin seru, beberapa mahasiswa juga mendapat apresiasi langsung dari Mentan. Ayesha Nashwa Raida Sulthoni dan Chelsy Kayla Rosmerine diganjar penghargaan berkat inovasi Skin Acta, kemasan pintar berbasis ganyong yang bisa membantu memperpanjang umur simpan produk.
Sementara itu, Muslimun, mahasiswa Magister Ilmu Tanah IPB yang sejak kuliah S1 bekerja sebagai cleaning service dan kini aktif bertani, mendapat hadiah berupa traktor sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan semangatnya.
Pesan yang dibawa dari kampus hari itu cukup jelas: gagal bukan akhir permainan. Justru dari keberanian mencoba, belajar, dan terus bangkit, lahir inovasi yang bisa membawa perubahan besar, termasuk buat masa depan pertanian Indonesia.


Posting Komentar