Gen Z Kembali ke Pulpen dan Kertas, Tren Journaling Tulis Tangan Meningkat
Di tengah kehidupan digital yang serba cepat, Generasi Z justru menunjukkan kecenderungan menarik. Mereka kembali meluangkan waktu untuk menulis dengan tangan. Journaling tulis tangan kini menjadi tren yang kian terlihat di kalangan anak muda usia 18 sampai 25 tahun, terutama di kota-kota besar.
Jika sebelumnya ekspresi diri identik dengan unggahan media sosial atau catatan digital di ponsel, kini banyak Gen Z memilih buku catatan, pulpen warna-warni, dan stiker sebagai medium refleksi. Journaling tidak lagi dipandang sekadar aktivitas pribadi, tetapi bagian dari gaya hidup yang dianggap lebih sadar, tenang, dan bermakna.
Sejumlah survei psikologi populer menunjukkan bahwa menulis dengan tangan membantu proses kognitif yang lebih dalam dibanding mengetik. Gerakan fisik saat menulis membuat otak bekerja lebih lambat namun lebih reflektif. Bagi Gen Z yang tumbuh dalam banjir notifikasi dan distraksi layar, journaling menjadi ruang hening untuk mengurai pikiran tanpa interupsi algoritma.
Tren ini juga dipicu oleh meningkatnya kesadaran kesehatan mental. Banyak Gen Z menggunakan journaling untuk mengelola kecemasan, menata emosi, hingga melacak suasana hati harian. Buku catatan berfungsi seperti ruang aman, tempat mereka bisa jujur tanpa takut dihakimi atau disalahpahami.
Media sosial tetap berperan, meski dengan cara berbeda. Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi konten journaling aesthetic, mulai dari bullet journal, gratitude journal, hingga daily reflection. Alih-alih menggantikan praktiknya, media sosial justru menjadi etalase inspirasi yang mendorong anak muda mencoba menulis secara manual.
Pelaku industri alat tulis pun merespons tren ini. Penjualan notebook, planner, dan stationery custom mengalami peningkatan, terutama produk dengan desain minimalis dan personal. Toko buku yang sempat tertekan era digital kini menemukan ceruk baru lewat kebutuhan journaling.
Kembalinya Gen Z ke tulisan tangan menunjukkan satu hal penting. Di tengah teknologi yang terus melaju, kebutuhan manusia untuk berhenti sejenak, berpikir pelan, dan berbincang dengan diri sendiri tetap tidak tergantikan. Journaling menjadi caranya.

Posting Komentar