Kota Bekasi Mulai Go Green, Program Tri For Tree Siap Bikin Kota Lebih Adem
![]() |
| Penyerahan bantuan bibit pohon secara simbolis dari Kementerian Kehutanan kepada Pemkot Bekasi (Istimewa/Pemkot Bekasi) |
Bekasi mulai serius berbenah soal lingkungan. Di tengah isu panas kota, polusi, dan minimnya ruang hijau, Pemerintah Kota Bekasi resmi meluncurkan program penghijauan bertajuk Tri For Tree, Senin (4/5/2026).
Kegiatan yang digelar di Lapangan Plaza Pemkot Bekasi ini jadi titik awal gerakan. Bukan cuma penandatanganan kerja sama dengan Kementerian Kehutanan RI, tapi juga langsung diikuti penyerahan bibit pohon secara simbolis ke Pemkot Bekasi.
Artinya, ini bukan sekadar acara seremonial. Ada langkah nyata yang langsung bisa dieksekusi.
Program Tri For Tree dirancang untuk menyasar berbagai titik strategis di Kota Bekasi. Mulai dari hutan kota, taman publik, hingga ruang terbuka hijau yang selama ini belum dimaksimalkan. Fokus utamanya jelas: memperbaiki kualitas udara dan bikin kota terasa lebih “hidup”.
Di kota dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Bekasi, ruang hijau bukan lagi pelengkap, tapi kebutuhan. Pohon bukan cuma soal estetika, tapi juga berfungsi sebagai penyerap polusi, penurun suhu, dan penyeimbang ekosistem urban.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa program ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang.
“Ini bukan sekadar tanam pohon. Ini investasi masa depan. Kita ingin Bekasi punya ruang hijau yang cukup supaya kualitas hidup warganya juga ikut meningkat,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan kota ke depan bukan cuma pembangunan infrastruktur, tapi juga menjaga keseimbangan lingkungan. Tanpa ruang hijau yang memadai, dampaknya langsung terasa ke warga, mulai dari udara yang makin buruk sampai suhu kota yang makin panas.
Karena itu, Pemkot Bekasi tidak ingin program ini berhenti di seremoni. Distribusi bibit pohon dari Kementerian Kehutanan akan dilakukan bertahap, dengan target penanaman di berbagai titik yang punya dampak langsung ke lingkungan sekitar.
Namun, ada satu hal yang ditekankan: program ini tidak akan berhasil kalau hanya bergantung pada pemerintah.
“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga. Pohon yang ditanam ini harus dirawat bersama. Kalau hanya ditanam tanpa dijaga, hasilnya tidak akan maksimal,” tambah Tri.
Di sinilah peran warga jadi penting. Dari sekadar tidak merusak, ikut menyiram, sampai menjaga area hijau di lingkungan masing-masing.
Kalau dijalankan konsisten, Tri For Tree bisa jadi lebih dari sekadar program pemerintah. Ini bisa berubah jadi gerakan bersama, di mana warga ikut merasa memiliki ruang hijau di kotanya sendiri.
Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, Bekasi menargetkan transformasi jangka panjang: kota yang tidak hanya padat dan berkembang, tapi juga lebih hijau, lebih adem, dan lebih layak ditinggali.
Sekarang pertanyaannya simpel: ketika pohonnya sudah ditanam, siapa yang akan benar-benar menjaganya?

Posting Komentar