Tri Adhianto Gerak Ke Korea dan Jepang untuk Percepatan Kemajuan Kota Bekasi

Daftar Isi

 


Kota Bekasi makin serius naik level. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto, Pemerintah Kota Bekasi lagi tancap gas memperluas jaringan internasional lewat kerja sama strategis dengan Korea Selatan dan Jepang. Tujuannya bukan cuma buat ningkatin citra kota, tapi juga membuka peluang kerja baru buat warga sampai mendatangkan inovasi buat pembangunan daerah.

Langkah besarnya dimulai dari Korea Selatan. Pada 7 April 2026, Pemkot Bekasi resmi menandatangani kerja sama Friendship City dengan Kota Seongnam, salah satu kota maju di Provinsi Gyeonggi, Korea Selatan. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Tri Adhianto bersama Wali Kota Seongnam Shin Sang-jin di Balai Kota Seongnam.

Kerja sama ini jadi upgrade dari hubungan sebelumnya yang cuma fokus di bidang olahraga. Sekarang cakupannya makin luas, mulai dari ekonomi, smart transportation, pariwisata, sampai pengembangan infrastruktur ramah lingkungan. Gak heran, karena Seongnam dikenal sebagai salah satu kota teknologi dan smart city paling maju di Korea Selatan, sementara Bekasi punya kekuatan besar sebagai kawasan industri utama di Indonesia.

Selama di sana, delegasi Pemkot Bekasi juga gak sekadar datang buat seremoni. Mereka ikut melihat langsung berbagai fasilitas modern milik Seongnam, seperti pusat pelatihan alat kesehatan, institut riset biomedis, sampai pusat informasi kota yang digadang-gadang bisa jadi inspirasi buat pengembangan layanan publik modern di Bekasi.

Di saat yang sama, Bekasi juga lagi mempererat hubungan dengan Kota Izumisano, Jepang. Hubungan ini sebenarnya sudah dibangun sejak Juli 2025 saat Wakil Wali Kota Izumisano datang langsung ke Bekasi buat menjajaki berbagai peluang kolaborasi, mulai dari pendidikan, budaya, perdagangan, smart city, sampai ketenagakerjaan.

Kerja sama itu kemudian makin matang setelah Tri Adhianto melakukan kunjungan balasan ke Jepang pada April 2026. Dari pertemuan itu, kedua kota sepakat menjalin hubungan sister city sebagai bentuk kemitraan jangka panjang. Salah satu hasil paling menariknya adalah dibukanya peluang tenaga kerja asal Bekasi buat bekerja di Jepang.

Biar warga siap bersaing di pasar kerja global, Pemkot Bekasi juga langsung menyiapkan program kursus bahasa asing gratis, khususnya bahasa Jepang dan Inggris. Program ini nantinya digelar tiap akhir pekan di kantor pemerintahan dan bisa diikuti masyarakat sebagai bekal masuk dunia kerja internasional.

Lewat langkah ini, Tri ingin menunjukkan kalau agenda luar negeri Pemkot Bekasi bukan sekadar kunjungan seremonial, tapi bagian dari strategi nyata buat bawa Bekasi naik kelas jadi kota modern dengan SDM yang siap bersaing di level global.

Posting Komentar