Gowes Tanpa Sirene: Cara Tri Adhianto Kasih Contoh Hemat Energi di Bekasi

Daftar Isi

 

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, datang ke kantor dengan sepeda di haripertama WFH ASN (Istimewa)

Jumat pagi di kompleks Pemkot Bekasi terasa beda. Nggak ada suara sirene, nggak ada iring-iringan mobil pejabat. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, justru datang ke kantor dengan sepeda, berangkat langsung dari rumahnya di Bekasi Selatan.

Momen ini pas banget dengan hari pertama kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat buat ASN Pemkot Bekasi. Saat sebagian pegawai kerja dari rumah, Tri malah menunjukkan cara lain untuk menekan mobilitas: gowes ke kantor.

Bukan sekadar gaya hidup sehat, langkah ini punya pesan yang jelas. Dengan meninggalkan mobil dinas dan patwal, Tri otomatis memangkas penggunaan tiga sampai empat kendaraan operasional yang biasanya ikut mengawal. Artinya, konsumsi BBM turun, emisi ikut ditekan.

“Hari ini semua dilepas. Minimal sudah mengurangi penggunaan BBM dari sisi wali kota. Nanti pulangnya saya naik transportasi umum,” katanya.

Pernyataan itu bukan gimmick. Ada arah kebijakan di baliknya. Pemkot Bekasi lagi menggeser pola kerja dan mobilitas biar lebih efisien, sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat. WFH yang dulu sempat digelar hari Rabu, sekarang dipindah ke Jumat, mendekati akhir pekan, saat mobilitas biasanya tetap tinggi.

Tri sadar, kebijakan itu butuh contoh konkret, bukan sekadar instruksi. Jadi dia mulai dari dirinya sendiri. Pesannya simpel: energi itu terbatas, dan cara kita bergerak sehari-hari punya dampak langsung.

Dari gowes santai tanpa sirene ini, yang ingin ditunjukkan bukan sekadar gaya, tapi arah baru: kerja tetap jalan, tapi lebih hemat, lebih sadar, dan lebih relevan dengan kondisi sekarang.


Posting Komentar