Bekasi Perkuat Citra Sport City Lewat Java Running Tetralogy

Daftar Isi

 

Pelepasan Peserta Biznet Java Running Tetralogy 2026 Chapter Bekasi oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Ketua KORMI Bekasi Wiwiek Hargono (Pemkot Bekasi)

KOTA BEKASI – Car Free Day (CFD) di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu pagi terasa beda dari biasanya. Bukan cuma ramai oleh warga yang jogging atau sekadar jalan santai, tapi juga makin hidup dengan digelarnya Biznet Java Running Tetralogy 2026 Chapter Bekasi. Event fun run ini jadi bukti kalau ruang publik bisa jadi titik temu antara gaya hidup sehat, komunitas, dan kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja bareng antara pihak swasta, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), dan Pemerintah Kota Bekasi. Ratusan peserta dari berbagai usia ikut meramaikan, mulai dari pelari komunitas sampai warga yang sekadar ingin ikut vibe sehat di pagi hari.

Acara dibuka langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, bersama istrinya yang juga Ketua KORMI Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto. Kehadiran keduanya bukan cuma formalitas, tapi juga jadi sinyal kuat kalau pemerintah serius mendorong gaya hidup aktif di tengah masyarakat.

Setelah flag off peserta, Tri tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia justru ikut larut dalam suasana CFD, berjalan santai sambil menyapa warga satu per satu. Interaksi ini terasa cair, jauh dari kesan kaku acara seremonial. Bahkan, ia sempat membagikan suplemen vitamin kepada warga yang sedang berolahraga, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kesehatan publik.

Menurut Tri, event seperti ini bukan cuma soal lari. Lebih dari itu, ini soal membangun kebiasaan. Ia melihat antusiasme warga sebagai tanda bahwa kebutuhan akan ruang aktivitas sehat di Bekasi semakin tinggi.

“Event seperti ini harusnya bisa digelar rutin, minimal seminggu sekali. Ini bukan cuma soal olahraga, tapi membentuk karakter masyarakat yang aktif, sehat, dan punya energi positif,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa konteks. Dalam beberapa tahun terakhir, konsep sport city memang terus didorong di Kota Bekasi. Fun run seperti ini dianggap sebagai entry point yang paling inklusif, karena bisa diikuti siapa saja tanpa batasan skill atau latar belakang.

Lebih jauh, Tri menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan. Artinya, bukan hanya event sesaat, tapi juga konsistensi penyelenggaraan, dukungan fasilitas, serta keterlibatan komunitas lokal. Kombinasi ini dinilai krusial untuk menciptakan budaya olahraga yang benar-benar hidup, bukan sekadar tren musiman.

Pemerintah Kota Bekasi juga terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik swasta maupun komunitas, untuk menghadirkan lebih banyak event serupa. Dari skala kecil berbasis komunitas hingga event yang mampu menarik partisipasi lebih luas.

CFD di Jalan Ahmad Yani pun perlahan berubah fungsi, dari sekadar ruang bebas kendaraan menjadi ruang interaksi sosial dan aktivitas kolektif warga. Dengan momentum seperti Java Running Tetralogy ini, Bekasi tidak hanya terlihat lebih aktif, tapi juga mulai membangun identitas baru sebagai kota yang mendorong warganya untuk bergerak, sehat, dan terkoneksi satu sama lain.

Posting Komentar