Gen Z Ubah Peta Tren Interior

Daftar Isi

Generasi Z kini menjadi motor baru industri interior dan material bangunan. Karakter mereka yang kritis, akrab dengan referensi visual digital, serta menuntut kepraktisan membuat produsen tak lagi bisa hanya menjual fungsi. Produk harus fleksibel, estetik, dan memberi ruang ekspresi personal.

Chief Marketing Officer TACO, Anastasia Tirtabudi, menilai Gen Z adalah konsumen dengan ekspektasi tinggi. Meski banyak yang belum memiliki rumah sendiri dan memilih menyewa apartemen di kota besar seperti Jakarta, mereka tetap ingin hunian yang mencerminkan identitas. Sentuhan personal menjadi kebutuhan, bukan sekadar tambahan.

Kondisi ini membuka peluang bagi produk yang mudah dipasang dan diganti. TACO menghadirkan wall panel berbasis konsep do it yourself. Panel cukup dipotong dan ditempel menggunakan sealant, tanpa keahlian khusus. Saat bosan, pengguna bisa melepas dan mengganti motif sesuai selera baru. Praktis, cepat, dan tidak permanen, sesuai gaya hidup urban yang dinamis.

Di segmen pelapis furnitur, high pressure laminate atau HPL tetap menjadi andalan dengan ratusan pilihan motif. Material ini fleksibel, bisa diaplikasikan sendiri maupun oleh tukang. Untuk lantai, pilihan disesuaikan dengan fungsi ruang. 

Area privat seperti kamar tidur cenderung memakai vinyl yang mudah dipasang, sementara ruang dengan lalu lintas tinggi lebih cocok menggunakan SPC yang lebih kokoh. Pada dapur basah, material tahan air seperti PVC sheet dan compact board menjadi opsi rasional karena daya tahannya lebih tinggi.

Dari sisi desain, selera Gen Z bergeser. Jika generasi sebelumnya menyukai motif kayu, Gen Z lebih berani bermain warna solid yang tegas dan statement. Namun, warna berani itu tetap diseimbangkan nuansa netral agar ruang terasa harmonis.

Menjawab tren tersebut, TACO merilis koleksi New Horizons dengan tema Wabi Sabi, Neo Eclectic, Earthy Oasis, dan Retro Summer. Empat pendekatan ini memberi spektrum pilihan luas, dari yang subtle hingga penuh warna. Tren memang menjadi panduan awal, tetapi pada akhirnya Gen Z ingin ruang yang benar-benar terasa milik mereka sendiri.

Posting Komentar