SiCantik sendiri jadi langkah baru TP PKK Kota Bekasi buat ngebangun sistem pendataan keluarga yang lebih digital, cepat, dan terintegrasi.
Kalau biasanya pendataan identik sama formulir tebal, rekap berlapis, dan proses panjang dari RT sampai tingkat kota, sekarang semuanya mulai diarahkan masuk ke sistem digital.
Dalam presentasinya, Wiwiek bilang kalau pola lama bikin proses pendataan sering makan waktu cukup lama. Belum lagi risiko data ganda, laporan telat, sampai data yang susah dipakai buat kebutuhan program pemerintah.
Makanya, digitalisasi mulai didorong lewat aplikasi SiCantik.
“Data itu penting banget buat dasar pengambilan kebijakan. Karena itu harus rapi dan valid,” ujar Wiwiek saat presentasi.
Lewat aplikasi ini, kader PKK nantinya bisa langsung input data keluarga secara digital dari lapangan. Setelah itu data bakal melewati proses validasi berjenjang mulai dari RT/RW, kelurahan, kecamatan, sampai akhirnya terkonsolidasi di tingkat kota.
Yang menarik, sistemnya juga punya dashboard digital yang bisa nampilin statistik kondisi keluarga per wilayah, tingkat validasi data, sampai pemetaan keluarga rentan.
Jadi data bukan cuma numpuk jadi arsip, tapi bisa langsung dibaca buat melihat kondisi masyarakat secara lebih real time.
TP PKK Kota Bekasi juga melihat aplikasi ini sebagai cara buat bikin kerja kader di lapangan jadi lebih praktis. Sebab selama ini proses administrasi manual sering bikin waktu dan tenaga terkuras hanya buat rekap data.
SiCantik nantinya diharapkan bisa mendukung banyak sektor sekaligus. Mulai dari program kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, sampai pemberdayaan ekonomi keluarga.
Di tengah makin pentingnya data dalam pengambilan keputusan pemerintah, langkah digitalisasi seperti ini mulai dianggap bukan lagi pilihan tambahan, tapi kebutuhan.
Dalam presentasinya, TP PKK Kota Bekasi juga membawa slogan “Ibu Keren, Data Keren, Bekasi Keren” sebagai semangat menuju sistem pendataan keluarga yang lebih modern dan terhubung.
Posting Komentar